Minggu, 29 Mei 2011

- Hantam MU, Barca Juara Liga Champions

London - Barcelona keluar sebagai juara Liga Champions. Mereka tampil dominan. Manchester United pun mereka taklukkan dengan skor 3-1.

Barca menciptakan banyak peluang pada pertandingan ini. Sementara United, kendati berhasil menciptakan satu gol ke gawang Barca, tampak kesulitan keluar dari tekanan sang lawan.

United kembali menurunkan Ryan Giggs dan Michael Carrick sebagai starter, alih-alih seperti yang diprediksikan sebelumnya di mana 'Setan Merah' bakal bermain dengan lima gelandang. Namun, Carrick tampak tak berkutik. Park Ji-Sung yang di awal sempat membayangi Lionel Messi, belakangan tak mampu membendung pergerakan pemain asal Argentina itu.

Sebaliknya, gelandang-gelandang Barca justru bermain agresif dengan banyak melepaskan tendangan. Xavi Hernandez adalah salah satu yang bersinar. Dari catatan statistik, akurasi operannya mencapai 98%, ia juga sukses melepaskan tiga tembakan ke arah gawang sepanjang laga.

Pada pertandingan di Wembley, Minggu (29/5/2011) dinihari WIB, ini, gol pertama Barca diciptakan Pedro Rodriguez di menit 27 dengan diawali oleh umpan terobosan Xavi. Pedro tak terkawal bek United dengan baik.

Lewat satu penyelesaian tenang, Pedro pun sukses membobol jala Edwin Van der Sar.

Namun, keunggulan Barca hanya sampai menit ke-33. Tusukan Rooney di sisi kanan dilanjutkan dengan operan kepada Ryan Giggs. Bola kemudian dikembalikan oleh Giggs kepada Rooney.

Lewat sepakan kaki kanan ke tiang jauh, Rooney pun sukses membobol jala Victor Valdes.

Dari catatan statistik yang dilansir Soccernet, Barca tampil lebih dominan. Mereka memenangi penguasaan bola dengan perbandingan 70:30.

Barca juga melepaskan 10 tembakan dengan tiga di antaranya tepat sasaran. Sementara United hanya melepaskan dua tembakan dengan hanya satu yang tepat sasaran--dan itulah yang menjadi gol

Barca masih melanjutkan dominasi mereka di awal babak kedua. Dan hasilnya, mereka kembali unggul di menit 54 melalui Lionel Messi.

Gol Messi ini tercipta setelah dirinya menggiring bola sejenak di depan boks penalti United. Ia tak terkawal dan akhirnya langsung melepaskan tendangan kaki kiri melengkung.

Barca unggul 2-1.

Sudah unggul, tekanan Barca tak kunjung mengendur. Mereka pun layak untuk mendapatkan gol ketiga ketika pertandingan sudah memasuki menit 68.

Operan-operan Los Cules di depan kotak penalti United berakhir di kaki David Villa. El Guaje lalu melepaskan tendangan melengkung ke sebelah kiri Van der Sar, dan penjaga gawang asal Belanda itu tak mamu penjangkaunya.

Di sisa pertandingan, Barca masih terus mempertahankan keunggulan penguasaan bola. United masih menciptakan satu peluang lewat Nani di menit 84.

Setelah bekerjasama dengan Rooney, ia menggiring bola mendekati kotak penalti Barca dan akhirnya melepaskan tendangan kaki kiri. Sial baginya, bola melebar di samping jala Valdes.

Barca kemudian memainkan Carles Puyol di menit 87, kapten Barca itu akhirnya mencicipi pertandingan final ini. United erus menekan pertahanan Barcelona. Namun tak ada yang benar-benar membahayakan gawang Valdes.

Dari statistik terakhir pertandingan, dominasi Barca memang tidak bisa dibantah. Soccernet melansir, mereka memenangi penguasaan bola dengan perbandingan 68:32.

Secara total, Barca menorehkan 22 tembakan, dengan 12 di antaranya tepat sasaran. Bandingkan dengan United yang hanya menghasilkan empat tembakan dan hanya satu yang tepat sasaran.

Susunan Pemain

Barcelona: Valdes; Abidal, Mascherano, Pique, Alves (Puyol 88); Busquets, Xavi, Iniesta; Pedro (Afellay 90), Villa (Keita 86), Messi.

Manchester United: Van der Sar; Fabio (Nani 69), Ferdinand, Vidic, Evra; Valencia, Carrick (Scholes 77), Giggs, Park; Rooney, Hernandez.

Jumat, 27 Mei 2011

- Jelang Final Liga Champions
Menguji Kekuatan dan Ketahanan Fisik Barca

Barcelona - Barcelona adalah tim yang luar biasa. Namun ada satu hal yang patut dicermati yakni pelatih Josep Guardiola jarang melakukan rotasi pemain. Kekuatan dan ketahanan fisik Lionel Messi dkk diuji di final.

Bila disebut nama Barcelona maka citra yang langsung melekat adalah tim yang tampil atraktif, memperagakan sepakbola menyerang, dan bermaterikan talenta pemain yang luar biasa.

Soal kualitas individual, tidak perlu ditanya lagi. Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, David Villa, Carles Puyol dan pemain lainnya sudah membuktikan skill mereka masing-masing.

Namun begitu satu hal yang patut menjadi perhatian adalah pelatih Barca Josep Guardiola jarang melakukan rotasi. Andai menurunkan tim kedua, itu hanya dalam laga-laga yang tak menentukan lagi.

Statistik dari Soccernet menunjukkan bahwa ada delapan pemain yang mencatat total penampilan sebagai starter 40 kali atau lebih di musim ini.

Mereka adalah Dani Alves (47), David Villa (47), Gerard Pique (46), Lionel Messi (46), Andres Iniesta (45), Xavi (45), Victor Valdes (42) dan Sergio Busquets (40).

"Hal yang luar biasa dari Barcelona adalah mereka sangat jarang mengganti susunan pemain. Ini jelas fantastis bila kita mempertimbangkan banyaknya pertandingan yang dimainkan saat ini," kata manajer MU Sir Alex Ferguson dikutip dari Telegraph.

Saat kalah dari Arsenal 1-2 di Emirates dalam laga 16 besar Liga Champions, The Catalans. tampak kedodoran di 20 menit terakhir pertandingan.

"Kami memiliki pengalaman menghadapi Barcelona. Kami mengalahkan mereka di semifinal dan kemudian kami juga sempat kalah dari mereka di final beberapa tahun lalu," tandas Sir Alex.

"Yang jelas bukan strategi bagus bila kita menunjukkan rasa gentar terkait kualitas Barca. Saya pikir itu bukan cara kami," pungkas dia.
- Jelang Final Liga Champions
'Rooney, Poin Plus untuk United'

London - Didier Deschamps sudah mengatakan bahwa dirinya menjagokan Barcelona untuk menjadi juara. Namun, ia juga mengeluarkan komentar yang menyanjung Wayne Rooney.

"Saya memilih Barca karena bermain menyerang adalah tujuan bersepakbola, memetik hasil yang tepat dengan menguasai bola lebih banyak ketimbang lawan," urai Deschamps.

Alasan lainnya dari pelatih Olympique Marseille itu adalah pemain-pemain Barca sudah bermain bersama sejak lama. Mereka sudah hapal karakter masing-masing sejak lama.

Tapi, kalaupun ada yang harus diwaspadai dari Manchester United, itu adalah kemahiran mereka dalam membangun tembok kokoh. Sampai babak semifinal, 'Setan Merah' baru kebobolan empat gol.

Deschamps juga menilai bahwa dengan gaya bertahan yang kokoh itu United bisa memanfaatkan serangan balik. Mereka punya modal pada diri Rooney, yang tak hanya mahir menjadi bomber, tetapi juga sebagai pembagi bola.

"United bertahan dengan sangat baik dan menyerang dengan sangat tajam. Poin pplus untuk mereka adalah Wayne Rooney," ujarnya di situs resmi UEFA.

"Dibandingkan dengan yang lain, dia jarang kelelahan. Dia bisa membuat perbedaan."

"Seperti halnya bisa bermain di empat posisi yang berbeda, dia juga tak pernah membuat kesalahan dengan operannya. Dia punya stamina dan agresivitas yang hebat," tukas Deschamps.

Eks manajer Juventus itu juga mengingatkan kesehatian Rooney dengan Javier 'Chicharito' Hernandez. Deschamps menyebut pergerakan Chicharito luar biasa dan Rooney tahu ke mana harus memberikan operan untuk duetnya itu.
- Jelang Final Liga Champions
Barca vs United, Duel di Lini Tengah Bakal Jadi Kunci

London - Siapa bakal keluar sebagai pemenang di laga antara Barcelona vs Manchester United? Dari analisis, yang menang adalah yang bisa mendominasi lini tengah.

Dari statistik yang dilansir oleh situs resmi UEFA, Barca dan United adalah dua klub dengan persentase penguasaan bola paling besar dibanding peserta Liga Champions lainnya. Barca adalah yang paling banyak dengan rata-rata ball possession 62%, sementara United ada di posisi dua dengan 58%.

Barca sendiri lebih berbahaya dalam urusan shots on target, di mana mereka memiliki jumlah 86 tembakan tepat ke arah gawang. Sementara, United hanya 68. Catatan ini juga berbanding lurus dengan jumlah gol keduanya, Barca sudah menghasilkan 27 gol, sedangkan United hanya 18.

Toh demikian, keduanya dinilai memiliki amunisi di lini depan yang sama bagusnya. Barca punya trio Lionel Messi, David Villa dan Pedro Rodriguez. United punya duet Wayne Rooney dan Javier 'Chicharito' Hernandez. Kedua klub sama-sama memiliki kecepatan dan kelincahan--plus untuk United, Rooney tak hanya punya visi, tapi juga determinasi.

"Rooney dan Chicharito punya kualitas yang hebat," ujar Javier Mascherano di ESPN Star, seraya menambahkan bahwa klubnya juga akan berjuang dengan determinasi tinggi.

Kendati menang secara statistik penguasaan bola, Pep Guardiola sudah berhati-hati pada karakter lini tengah United. Ia menyebut, 'Setan Merah' punya banyak pemain dengan karakter berbeda, seperti Nani, Antonio Valencia hingga Park Ji-Sung.

Sebaliknya, Barca punya Xavi Hernandez dan Andres Iniesta sebagai poros. United bahkan dikabarkan sampai diprediksi bakal bermain dengan lima gelandang--entah Rooney ditarik lebih ke belakang, atau menambah gelandang alternatif. Sejauh ini, Sir Alex Ferguson mengatakan bahwa Darren Fletcher sangat dipertimbangkan untuk dimainkan.

"Idenya adalah mengepung pemain mereka dengan tiga orang dan kemudian menekan tinggi-tinggi. Mereka suka memainkan bola dan jika Anda bisa merebut bola di lapangan mereka maka Anda punya peluang bagus," papar gelandang Arsenal, Jack Wilshere, seperti menyetujui opsi menambah gelandang untuk meredam Barca.

"Pemenangnya adalah yang bisa menguasai lapangan tengah," simpul pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri.
- Jelang Final Liga Champions
Ferguson Siapkan 3-4-3 Sebagai Alternatif

London - Strategi yang akan digunakan Sir Alex Ferguson mulai terkuak. Manajer Manchester United itu mempersiapkan formasi 3-4-3 sebagai alternatif bila pola baku 4-4-2 tidak berjalan.

Manchester United sangat serius mempersiapkan diri menjelang laga final menghadapi Barcelona akhir pekan ini.

Dalam sesi latihan sejumlah pemain "Setan Merah" memainkan peran selayaknya para pemain Barca. Nani menjadi Lionel Messi, Michael Owen menjadi David Villa, dan Paul Scholes menjadi Andres Iniesta.

Jurnalis Telegraph Mark Ogden dalam analisisnya menuliskan bahwa Ferguson tetap menjadikan 4-4-2 sebagai formasi utama.

Dalam skema ini Fabio akan menghuni posisi bek kanan. Sementara di tengah diisi Michael Carrick dan Ryan Giggs yang didampingi oleh Park Ji-sung dan Antonio Valencia di kedua sayap. Duet penyerang dipercayakan kepada Wayne Rooney-Javier Hernandez.

Namun bila pola baku itu tak berjalan, maka Fergie siap menerapkan formasi ofensif yakni 3-4-3 sebagai gantinya. Antonio Valencia didorong ke depan guna menemani Wazza-Chicharito. Dengan begini maka posisi di sayap kanan akan diisi oleh Fabio.

Park Ji-sung akan menjadi "korban" karena Fergie diprediksi memasang Patrice Evra yang lebih bertenaga untuk menggebrak dari sayap kiri.

Sementara itu perubahan di posisi tiga bek adalah masuknya Chris Smalling yang akan bermitra dengan Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand.

Saat dikalahkan Arsenal 1-2 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, para pemain Barca tampak mengalami penurunan di 20 menit terakhir. Boleh jadi kemungkinan ini yang coba dimanfaatkan oleh Sir Alex.
- Jelang Final Liga Champions
Dua Pelatih Eropa Unggulkan Barca, Allegri Netral

Nyon - Tiga pelatih klub Eropa berpendapat tentang duel Barcelona vs Manchester United di partai final Liga Champions. Dua orang mengunggulkan Barca, Satu lagi memilih netral.

Mereka adalah pelatih Milan Massimo Allegri, arsitek Marseille Didier Deschamps dan Jean Fernandez yang menukangi Auxerre. Ketiga klub adalah peserta Liga Champions musim ini.

"Bersama (Lionel) Messi, Barcelona punya pemain terbaik di dunia, sedangkan Wayne Rooney membuat MU punya dimensi berbeda," kata Fernandez di situs resmi UEFA.

"Kedua tim akan berusaha mencari kemenangan, jadi organisasi pertahanan yang bagus jadi syarat untuk menahan begitu banyak pemain berbakat. Barcelona unggul tipis karena mereka tengah ada di puncak permainan," lanjut Fernandez.

Senada dengan Fernandez, Deschamps juga menjagokan Barca akan keluar sebagai pemenang dari pertandingan yang bakal berlangsung di Stadion Wembley, Sabtu (28/5/2011) itu.

"Saya memilih Barca karena bermain menyerang adalah tujuan bersepakbola, memetik hasil yang tepat dengan menguasai bola lebih banyak ketimbang lawan," urai Deschamps.

"Mereka (Barca) sudah bermain bersama selama 5, 6, 7 atau 8 tahun. Mereka sangat fasih memeragakan gaya ini karena itu hal yang alami buat mereka," tambah pria yang juga pernah membesut Juventus itu.

Bila dua pria Prancis itu menjagokan Barca, maka Allegri tidak menegaskan tim mana yang ia unggulkan untuk menjadi pemenang. Di matanya, Barca dan MU punya kekuatan setara.

"Saya memprediksi pertandingan akan ketat. Kedua tim punya pemain kelas dunia, jadi semoga ada banyak gol juga. Mereka punya individu-individu terbaik, tapi mereka juga kuat secara tim," tutur Allegri.

"Messi dan Rooney adalah dua pemain yang mencuri perhatian saya musim ini dan mereka pasti akan jadi tokoh utama. Tapi, pemenangnya adalah yang bisa menguasai lapangan tengah," simpul pelatih yang mempersembahkan scudetto buat Milan itu.
- Jelang Final Liga Champions
Wilshere Peringatkan MU Soal 'Sisi Gelap' El Barca

London - Manchester United akan bertarung dengan Barcelona demi titel juara Liga Champions. Jack Wilshere memperingatkan MU tentang sisi gelap Barca yang wajib diwaspadai. Hal apakah itu?

Sebelum menjejak final, Barca harus melewati duel sengit melawan Real Madrid di semifinal. El Barca sukses memenangi pertempuran dengan agregat 3-1.

Dalam pertandingan yang melibatkan dua rival abadi itu berlangsung dalam tensi tinggi. Dalam dua leg, wasit tercatat mengeluarkan total dua kartu merah dan 10 kartu kuning.

Perseteruan pun lantas menjalar ke luar lapangan usai laga berakhir. Para pemain Barca dituding banyak berakting alias diving serta memiliki kemampuan mempengaruhi wasit dalam mengambil keputusan.

Jose Mourinho merupakan salah seorang yang paling "bersuara" terkait hal ini yang lantas membawanya kepada sanksi larangan mendampingi timnya berlaga di pentas Eropa sebanyak lima kali.

Bersama Arsenal, Wilshere sendiri pernah merasakan 'sisi gelap' Azulgrana saat berhadapan di babak 16 Besar dua bulan lalu. Menurut dia, tidak semua pemain Barca adalah diver namun mereka diakuinya mampu menekan wasit dalam mengambil keputusan.

"Kami melihatnya saat melawan Real Madrid dan mereka (Barca) sangat bagus akan hal itu," tukasnya di Telegraph. "Seperti MU yang akan melawan mereka, mereka bagus saat mengerubungi wasit dan meyakinkan dia untuk berada di pihak mereka."

"Aku tidak merasa mereka semua divers. Mereka cuma bagus saat mengerubungi wasit dan menolong dia mengubah keputusannya. Melawan kami, Sergio Busquets adalah tokoh utama dalam kejadian itu."

Secara teknik, Barca memang tiada tara. Sebagian besar kalangan pun menilai bahwa Los Cules akan menjadi jawaranya, termasuk Wilshere.

"Aku pikir Barcelona juaranya karena cara bermain mereka. Itu gaya bermain Arsenal dan gaya bermain yang aku sukai jadi jika ada yang menang, maka yang pantas adalah Barcelona," tuntas pemain muda terbaik 2010 tersebut.
- Jelang Final Liga Champions
'MU Butuh Fletcher untuk Redam Barca'

Jakarta - Manchester United disarankan memberi tekanan kuat dan cepat untuk bisa meredam Barcelona. Untuk itu 'Setan Merah' pun butuh kehadiran gelandang Darren Fletcher.

Manajer MU Sir Alex Ferguson diyakini akan memasang formasi 4-4-1-1 dengan Wayne Rooney menyokong Javier Hernandez yang jadi penyerang tunggal, saat berhadapan dengan Barca di final Liga Champions, Minggu (29/5/2011) dinihari WIB.

Akan tetapi, Fergie disarankan untuk mempertimbangkan formasi 4-3-3, yang bisa berubah jadi 4-5-1, dengan menebalkan barisan lini tengah yang salah satunya diisi oleh Fletcher.

"Anda harus menghentikan Xavi, (Lionel) Messi dan (Andres) Iniesta karena mereka bisa membunuhmu. Aku akan memainkan Fletcher, satu pemain lebih di tengah. Aku akan memainkan Michael Carrick dan Ryan Giggs lalu Fletcher melakukan apa yang biasa ia lakukan, berlari ke mana-mana," analisis pemain Arsenal Jack Wilshere di Telegraph.

Penilaian itu datang dari pengalaman Wilshere sendiri saat Arsenal menghadapi daya hancur Barca di babak 16 besar Liga Champions. Saat itu 'Gudang Peluru' dibekuk Barca 4-3.

"MU punya peluang lebih baik ketimbang kami. Mereka punya pemain seperti Fletcher, Park (Ji-sung), (Antonio) Valencia. Mereka semua pelari dan mampu menghentikan pemain lawan."

"MU akan tampil lebih bagus karena mereka punya para pemain seperti Fletcher yang akan mengejar mereka (pemain Barca). Kami bermain hanya dengan Robin van Persie (di depan). (Untuk MU) Aku akan memainkan Rooney saja, lalu Valencia dan Park membantu saat punya kans menyerang. Kebanyakan MU akan bertahan," nilai si pemain Inggris.

Sosok Fletcher, menurut Wilshere, memang krusial di lini tengah karena dengan kehadirannya maka MU dapat memberikan tekanan ekstra untuk Barca, sebuah faktor penting dalam meredam klub Catalan itu.

"Kami sudah menunjukkannya di babak kedua di Emirates. Aku pikir mereka kelelahan, tapi mereka jadi lebih renggang di babak kedua dan Anda harus benar-benar menekan mereka."

"Idenya adalah mengepung pemain mereka dengan tiga orang dan kemudian menekan tinggi-tinggi. Mereka suka memainkan bola dan jika Anda bisa merebut bola di lapangan mereka maka Anda punya peluang bagus," papar Wilshere.

Namun demikian, pemain berusia 19 tahun tersebut pada akhirnya tetap menilai kalau MU bakal sulit meredam Barca. Maka si klub Spanyol pun dijagokannya menjadi kampiun Eropa.

"Saya pikir (juaranya) Barcelona karena cara mereka bermain. Begitulah cara bermain Arsenal dan juga cara bermain yang aku suka, jadi jika ada tim yang layak menang itu adalah Barcelona," lugasnya.
- Jelang Final Liga Champions
Bonus Rp 8,8 M per Orang Jika Barca Jadi Juara

London - Kocek pemain Barcelona akan menggelembung jika berhasil menjuarai Liga Champions. Dengan total bonus disiapkan sebesar 16 juta poundsterling, masing-masing pemain bisa dapat 650.000 poundsterling (Rp 8,8 M).

Jumlah 16 juta poundsterling yang disiapkan kubu Barcelona sebagai bonus jika bisa menjuarai Liga Champions tak jauh berbeda dengan apa yang mereka berikan dua tahun lalu. Usai menundukkan Manchester United pemain-pemain The Catalans saat itu total mendapat 15,5 juta poundsterling.

Dikutip dari TheSun, dengan 16 juta poundsterling disiapkan berarti setiap pemain Barcelona bisa mendapat 650.000 poundsterling atau sekitar Rp 8,8 miliar. Jika pertandingan dituntaskan Barca dalam 90 menit berarti untuk setiap menitnya Lionel Messi cs dapat sekitar 7.222 pound (Rp 99,8 juta) atau 120 pound (Rp 1,6 juta) per detik.

Disebutkan kalau jumlah bonus yang diterima setiap pemain Barcelona tak akan sama jumlahnya. Nama-nama besar seperti Messi, Xavi, Iniesta bakal dapat bonus lebih banyak dibanding pemain lainnya.

Bagaimana dengan Manchester United? Masih dikutip dari TheSun, setiap pemain 'Setan Merah' bisa meraup bonus sebesar 350.000 poundsterling (Rp 4,7 miliar) perorang jika jadi kampiun.
- Jelang Final Liga Champions
Larsson: Ketat, tapi Barca Akan Menang

Stockholm - Henrik Larsson menjadi sedikit pemain yang pernah membela Manchester United dan Barcelona. Jelang pertemua kedua tim di final Liga Champions, dia memberikan pandangan dan prediksinya.

"Saya sudah memikirkan Barcelona akan jadi pemenangn sejak lama. Meski saya punya teman-teman baik di Manchester, saya harus memilih Barca. Tapi saya berharap, apapun yang terjadi nanti, sebuah final yang hebat yang bisa dinikmati fans," sahut Henrik Larsson dalam wawancaranya dengan Eurosport.

Larsson tercatat dua musim membela Barcelona pada periode 2004 sampai 2006. Sementara bersama MU dia cuma menghabiskan tiga bulan, di mana dia datang ke Old Trafford dalam status pinjaman untuk kurun 1 Januari sampai 12 Maret 2007.

Terkait strategi yang akan diterapkan kedua pelatih dalam laga tersebut, striker asal Swedia itu yakin kalau tak akan ada perubahan taktik besar dilakukan Sir Alex Ferguson dan Josep Guardiola. El Barca akan tetap dengan penguasaan bola, sementara The Red Devils bakal bermain terbuka dan mencoba menekan lawan. Dengan keduanya bermain terbuka laga diprediksi berjalan ketat.

"Mereka akan menjalani pertandingan yang normal. Itu yang mereka lakukan sepanjang musim. Mereka tahu bagaimana untuk memberi tekanan pada lawan, terutama di lini tengah. Mereka mungkin akan mencoba mengimbangi Barcelona mulai dari lapangan tengah, tapi mereka (MU) tak akan bermain bertahan."

"Saya pikir ini pertandingan yang tak akan jauh beda (dibanding final 2009). Barca akan menguasai bola dan MU akan memberi tekanan. Saya pikir itu akan menjadi pertandingan terbuka dan segala hal bisa terjadi," tuntas eks Celtic itu.

Senin, 23 Mei 2011

- Liga Champions
Messi Pentingkan Tim, Bukan Rekor Pribadi

Barcelona - Lionel Messi punya peluang untuk menyamai rekor gol di Liga Champions. Meski demikian, dia tak mau terlalu memikirkannya dan lebih mementingkan kemenangan Barcelona atas Manchester United.

Messi sudah mengoleksi 11 gol di Liga Champions musim ini. Dia hanya kalah satu gol dari rekor di Liga Champions yang dipegang oleh Ruud van Nistelrooy.

Meski punya peluang untuk menyamai, bahkan melewati, rekor Nistelrooy, Messi tetap lebih mengutamakan kepentingan Barca. Baginya, kemenangan Barca atas MU di final Liga Champions pada 28 Mei mendatang akan jauh lebih berharga.

"Gol cuma penting kalau Anda memenangi pertandingan," sahut Messi kepada The Sunday Mirror.

"Kalau saya tak mencetak gol dan Barcelona memenangi Liga Champions, maka tak penting apakah saya yang mencetak gol atau bukan," sambung penyerang asal Argentina ini.

"Ketertarikan saya adalah keberhasilan kolektif tim, bukan kejayaan individu," tegasnya.

"Dan saya tak terdorong oleh hasrat untuk mencetak lebih banyak gol daripada pemain lain di Liga Champions. Kalau itu akan terjadi, maka terjadilah," simpul Messi.

Jumat, 20 Mei 2011

- Liga Champions
Messi: Barca vs MU Final Impian

Barcelona - Barcelona kembali menghadapi Manchester United di final Liga Champions. Buat Lionel Messi laga yang akan digelar di Stadion Wembley tersebut merupakan final impian.

"Saya pikir ini seperti final impian, saat kami berhadapan dengan MU. Mereka adalah tim yang berada di level yang sama dengan kami dan saya yakin kalau itu akan menjadi final yang menegangkan," sahut Messi mengomentari final Liga Champions yang digelar pekan depan.

Sebagaimana sejarah telah mencatat, dua tahun lalu MU dan Barcelona juga saling baku hantam dalam laga final yang dilangsungkan di Stadion Olimpico, Roma. Messi sendiri mencetak satu gol dalam laga tersebut, yang memastikan kemenangan The Catalans dengan 2-0.

"Mereka kuat, dan mereka tak akan mencoba merusak permainan kami. MU akan punya tipe permainannya sendiri," lanjut Messi di Telegraph.

Lebih lanjut pemain terbaik dunia itu juga menyatakan rasa hormatnya yang besar pada Sir Alex Ferguson. Keberhasilan Fergie terus meraih gelar dalam kurun waktu yang sangat panjang disebut Messi membuktikan kehebatan pria asal Skotlandia itu.

"Saya menaruh hormat yang besar pada hasil kerjanya (Ferguson). Anda pasti seorang pelatih yang hebat dan pribadi yang luar biasa, jika meraih sukses di tim yang sama lagi dan lagi untuk memenangi titel, mengembangkan pemain dan gaya permainan," sambung Messi menyudahi.
- Liga Champions
Fergie Sudah Punya Gambaran Tim untuk Hadapi Barca

Manchester - Final Liga Champions terus mendekat. Dalam usaha membawa timnya berjaya, Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson tampak sudah punya skema andalan yang diharapkan mampu meredam Barcelona.

Partai puncak Liga Champions akan dipanggungkan di Stadion Wembley, Inggris, sekitar sepekan mendatang, tepatnya pada tanggal 28 Mei depan.

Wakil Spanyol Barca akan tiba sebagai unggulan, bukan hanya karena bermaterikan nyaris sama seperti ketika mengalahkan MU di final Liga Champions dua tahun lalu tetapi juga karena gaya sepakbolanya yang mengalir dan acap memakan korban tim tangguh.

Akan tetapi, MU jelas tidak mau kalah begitu saja. 'Setan Merah' dari Inggris itu tetap yakin mampu menghentikan Barca seraya membalaskan dendam dua tahun silam.

Terkait hal itu, Fergie adalah sosok yang bertanggung jawab penuh dalam mengenali kelemahan Barca serta memilih para pemain yang dapat memanfaatkan kelemahan tersebut.

Pria asal Skotlandia itu sendiri meyakini nyaris mendapatkan racikan ampuh untuk menghadapi Barca, dengan mayoritas starting XI sudah terbayang di dalam benaknya.

"Kami sudah memiliki inti dari timnya. Ada pemain lain yang layak dapat tempat, tapi kami hanya bisa memilih 11. Itu adalah bagian tak mengenakkan dari menjadi seorang manajer, itu sangat tidak menyenangkan," ujar Fergie di Sky Sports.

"Itu adalah sesuatu yang sama sekali tidak Anda sukai. Saya harus memilih sebuah tim dan saya harus meninggalkan sejumlah pemain hebat. Semoga semua yang sudah turut serta dalam laju kami di Eropa pada akhirnya akan merasakan kepuasan dan kami jadi juara," harapnya.

Jumat, 06 Mei 2011

- Falcao Bikin Rekor di Eropa

Villarreal - Sensasi Radamel Falcao bersama FC Porto di kompetisi Eropa musim ini rupanya belum terhenti. Leg II Semifinal kontra Villarreal jadi arena striker berpaspor Kolombia itu menorehkan rekor dalam urusan mencetak gol.

Dalam laga yang dihelat di El Madrigal, Jumat (6/5/2011) dinihari WIB tadi, Falcao mencetak satu gol di babak kedua yang sempat membawa Porto unggul. Sebelum akhirnya The Dragons kalah 2-3 namun tetap lolos ke final karena unggul agregat 7-4.

Satu golnya itu menambah pundi-pundi gol striker berzodiak Aquarius itu jadi 16 dari 14 laga yang telah dimainkannya di Liga Europa 2010/2011. Itu artinya Falcao sudah melewati rekor legenda Jerman, Juergen Klinsmann.

Sebelumnya Klinsmann memegang rekor gol terbanyak dalam satu musim di kompetisi Eropa (sekaligus di Piala UEFA) -nama lama Liga Europa-, yaitu 15 gol saat memperkuat Bayern Munich musim 1995/1996.

Falcao pun masih berkesempatan memperpanjang rekor itu karena masih Porto masih punya laga final kontra Braga di Dublin Park, 18 Mei mendatang. Dengan performanya saat ini, pesepakbola 25 tahun itu diprediksi bisa melakukannya.

"Ini mimpi. Ketika aku datang ke Eropa aku bermimpi melakukan hal yang besar dan Porto adalah tim dengan kualitas top," sahut Falcao seperti dilansir Reuters.

"Aku tahu kami bisa mencapai seperti ini. Kami sudah membuat langkah besar namun kami juga harus memenangi partai final di Dublin," tuntasnya.

Rekor gol terbanyak pemain semusim di Piala UEFA/Liga Europa

16 Falcao (FC Porto, 2010/11)
15 Juergen Klinsmann (FC Bayern Munich, 1995/96)
14 John Wark (Ipswich Town FC, 1981/82)
12 Derlei (FC Porto, 2002/03)

Rekor gol terbanyak pemain semusim di Piala/Liga Champions

14 Jose Altafini (AC Milan, 1962/1963)
12 Ruud van Nistelrooy (Manchester United, 2002/2003)
12 Ferenc Puskas (Real Madrid, 1959/1960)
11 Claudio Sulser (FC Grasshopper, 1978/1979)
- Suka Braga, Duka Benfica

Braga - Braga sukses meraih momen terpenting dalam sejarahnya yang membuat mereka bahagia. Namun nasib sebaliknya justru diterima Benfica yang berduka usai kegagalan ke final.

Pada laga leg kedua semifinal Liga Europa di Estadio Municipal Braga, Jumat(6/5/2011) dinihari WIB, Braga dalam kondisi tertinggal 1-2 dari Benfica usai leg pertama pekan lalu.

Tugas Braga pun berhasil dituntaskan oleh gol tunggal De Castro Custodio di menit ke-18. Skor 1-0 bertahan hingga laga usai dan Braga pun lolos ke Dublin Park 18 Mei menantang Porto, setelah menang unggul gol tandang 2-2.

Ini adalah prestasi tersendiri bagi klub yang berdiri 96 tahun lalu dan terletak di kota kecil berpopulasi 177.183 orang itu. Karena untuk pertama kalinya Minhotos melaju ke final kompetisi Eropa.

Kegembiraan pun tentunya langsung menyeruak di Estadio AXA begitu laga 90 menit tuntas. Tak ayal lagi pujian pun patut dilayangkan pada skuad Braga yang tampil fantastis musim ini.

"Saya turut senang dengan keberhasil tim ini. Ini adalah tim yang fantastis. Mereka adalah pemain profesional yang hebat dan patut bangga. Unik rasanya berada di final," sahut pelatihnya Domingos Paciencia kepada situs resmi UEFA.

Sebaliknya kesedihan dan kekecewaan jelas menghinggapi kubu Benfica yang lebih dijagokan lolos ke final menantang seterunya Porto. Tapi sayang keunggulan 2-1 di leg pertama tak mampu dimaksimalkan.

Maka Las Aguias patut mengutuk ketidakberuntungan mereka dalam mencetak gol di mana 17 shot dengan sembilan on goal, tak satupun mampu menembus jala Braga.

"Kami tidak beruntung. Kami mempunya beberapa peluang dan kami tidak bisa mencetak gol. Kiper Braga sangat bagus dan mengagalkan beberapa peluang kami. Kami kecewa," sesal pembesut Benfica Jorge Jesus.

"Kami sangat sedih. Kami tidak pantas tersingkir seperti ini setelah apa yang kita capai di kompetisi sejauh ini. Sayangnya kami tidak bisa bikin gol," timpal pemainnya Jardel.
- Tantangan Besar untuk 'Si Naga' di Final

Villarreal - Dengan performanya sejauh ini di Liga Europa, Porto tentu lebih difavoritkan jadi juara. Namun sebelum itu, Do Dragoes harus melewati tantangan hebat bernama Braga di final.

Bergabung di Grup L bersama Besiktas, Rapid Wina dan CSKA Sofia, Porto lolos sebagai juara grup dengan rekor lima kemenangan dan satu seri.

Sementara di babak 32 besar mereka menyingkirkan juara dua kali Piala UEFA Sevilla dengan kemenangan agregat gol tandang 2-2. Di fase 16 besar CSKA Moskow disungkurkan dengan skor total 3-1.

Di perempatfinal Porto kembali berhadapan dengan wakil Rusia yakni Spartak Moskow. Mereka pun tampil dahsyat saat lolos dengan total agregat 10-3!

Tiba di semifinal Villarreal pun mereka bekap di laga home pekan lalu dengan skor 5-1. Kekalahan 2-3 di leg kedua pun tak bisa menahan mereka untuk melaju ke final dengan agregat total 7-4.

Sebuah penampilan ciamik dari juara Piala UEFA 2003 ditambah mereka mencetak 36 gol hingga laga final ini. Apalagi sang striker Radamel Falcao pun tengah tajam-tajamnya dengan 16 gol dari 13 laganya di kompetisi ini.

Maka Braga yang hanya mampu mencetak 14 gol di kompetisi Eropa musim ini seperti bukan lawan setanding. Di liga lokal, Porto mampu mengungguli Braga pada laga kandang dan tandang.

Namun Andre Villas Boas meminta anak asuhnya untuk tidak jumawa dan waspada pada kekuatan Braga asuhan Domingo Pacencia.

Hugo Viana dkk menuju final di Dublin Park 18 Mei mendatang dengan mengalahkan raksasa Inggris Liverpool serta Benfica di semifinal. Sedikit fakta ini menunjukkan bagaimana Braga di Liga Europa musim ini.

"Saya sangat bangga dengan para pemain saya yang bisa mencapai target penting ini," sahut Villas Boas di situs resmi UEFA.

"Kami berhasil mengatasi tekanan Villarreal di awal dan kami kini di final melawan Braga. Tim yang menyingkirkan klub hebat seperti Sevilla, Liverpool dan Benfica. Ini tantangan besar untuk kami," simpul pelatih 33 tahun itu.
- Zanetti Jagokan MU Juarai Liga Champions

Milan - Musim ini Javier Zanetti gagal mengulangi prestasinya masuk final Liga Champions. Namun untuk final besok, kapten Inter Milan itu menjagokan Manchester United dapat mengalahkan Barcelona.

MU dan Barca akan bertemu di Wembley 28 Mei mendatang. The Red Devils lolos setelah menang agregat 6-1 atas Schalke 04. Sementara Barca menyungkurkan rival abadinya Real Madrid dengan agregat 3-1.

Pertemuan keduanya tentu akan menyajikan laga yang seru, ketat dan menegangkan. Terlebih keduanya punya catatan apik di Liga Champions musim ini dan banyak rekor mendukung mereka untuk jadi juara.

Barca dengan sepakbola indahnya saat ini tentu lebih dijagokan bakal merebut titel Liga Champions keempatnya. Namun bagi Zanetti justru MU-lah yang akan bertakhta di akhir laga nanti.

"Saya pikir tim Manchester tahun ini bisa membalas dendamkan kekalahan pada Final Liga Champions di Roma," ujar Zanetti seperti dilansir AFP.

"Namun bukan tugas yang mudah mengingat Barcelona jelas adalah tim dengan permainan terbaik di dunia," lugas Zanetti yang timnya tersingkir di babak perempatfinal oleh Schalke.
- Liga Europa
Gol Custodio Antar Braga ke Final

Braga - Braga memastikan tiket final Liga Europa setelah mengalahkan Benfica 1-0 di leg II. Meski agregat akhir 2-2, Braga lolos berkat keuntungan membuat gol tandang di leg I.

Satu gol yang dicetak Braga ke gawang Benfica saat kalah 1-2 di leg I pekan lalu terbukti krusial. Modal gol tandang itulah yang membuat Braga berhasil berjaya dalam duel sesama klub Portugal tersebut.

Menjamu Benfica di Estadio AXA, Jumat (6/5/2011) dinihari WIB, Braga memetik kemenangan berkat gol semata wayang De Castro Custodio pada menit 18. Tidak ada gol lagi setelahnya.

Artinya, Braga berhak maju ke partai puncak karena di leg I mampu mencuri satu gol tandang ke gawang Benfica. Di partai puncak, Braga kembali akan menghadapi sesama klub Portugal, FC Porto.

Susunan Pemain

Braga memulai pertandingan dengan baik. Tekanan sudah dilancarkan pada menit 11, kendati usaha Lima menjebol gawang Benfica masih jauh dari sasaran.

Empat menit berselang Benfica membalas. Jorge Martins melayangkan bola dari tendangan bebas, memaksa Guilherme Artus menepis bola yang mengarah masuk ke gawangnya.

Braga akhirnya unggul pada menit 18. Dari sepak pojok, De Castro Custudio sukses menanduk bola ke dalam gawang Benfica.

Braga kembali menyerang saat laga memasuki setengah jam. Hugo Viana melepaskan umpan tarik ke Silvio tapi arah bola masih menyisir dari gawang.

Empat menit sebelum turun minum, Benfica mencatatkan peluang emas melalui Javier Saviola yang sepakannya menghantam mistar.

Braga mencoba menambah keunggulan pada menit 62 lewat aksi individu Mossoro. Menusuk ke pertahanan Benfica, penyelesaian akhirnya belum sempurna.

Benfica berusaha keras menyamakan kedudukan, tetapi skor tetap bertahan.

Susunan Pemain:

Braga: Artur Moraes, Miguel Garcia, Paulao, Rodriguez, Silvio, Custodio, Hugo Viana, Alan, Mossoro (Kaka '80), Lima (Leandro Salino '73), Meyong (Helder Barbosa '87).

Benfica: Roberto, Maxi Pereira, Luisao, Jardel, Fabio Coentrao, Gaitan, Javi Garcia, Cesar Peixoto (Franco Jara '58), Carlos Martins (Alan Kardec '81), Saviola (Jacomo Felipe Menezes '87), Cardozo.
Liga Europa
Singkirkan Villarreal, Porto ke Final

Manchester - Manchester United memiliki catatan kandang yang apik. Ryan Giggs pun percaya bahwa timnya akan membawa poin penuh saat menjamu Chelsea di akhir pekan ini.

Villarreal - Villlarreal memang sukses mengalahkan Porto 3-2 di leg kedua semifinal Liga Europa. Namun itu tak mampu menghalangi The Dragons untuk melaju ke final dengan menang agregat total 7-4.

Dalam laga yang dihelat di El Madrigal Stadium, Jumat (6/5/2011) dinihar WIB, Villarreal punya beban untuk menang 4-0 agar membalikkan keadaan, setelah kalah 1-5 di pertemuan pertama.

Babak pertama mereka unggul 1-0 lewat gol Cani lebih dulu sebelum disamakan Hulk. Di awal babak kedua Radamel Falcao membawa Porto unggul.

Sebelum akhirnya gol Joan Capdevilla dan penalti Giuseppe Rossi membuat El Submarino menang 3-2. Tapi akhirnya mereka gagal lolos karena kalah agregat.

Dengan kemenangan ini Porto akan bermain pada laga final di Dublin Arena 18 Mei melawan sesama wakil Portugal Braga, yang menang agregat gol tandang atas Benfica.

Jalannya pertandingan

Di menit ke-3 Porto buat peluang pertama lewat tembakan keras Christian Rodriguez yang masih menyamping di sisi kiri gawang Diego Lopez.

Villarreal kemudian mengambil alih laga dengan beban harus mencetak empat gol demi tiket final. Di menit ke-7 Cani melepaskan tembakan yang memaksa Helton melakukan penyelamatan sambil terbang.

Pada menit ke-16 Villarreal mencuri gol. Umpan tarik dari Marco Ruben diselesaikan dengan manis oleh Cani untuk menjebol gawang Helton. Villarreal butuh tiga gol lagi untuk lolos ke final.

Di menit ke-22 Giuseppe Rossi melepaskan diri dari kawalan dua pemain lawan sebelum melepaskan tendangan yang sayang arahnya masih tepat di pelukan Helton.

Rossi! Sebuah peluang emas didapat Villarreal di menit ke-32 saat ia tinggal berhadapan dengan Helton dan Cani yang ada di sampingnya berdiri dengan bebas. Namun ia memilih untuk mengeksekusi sendiri bola itu dan malah menyamping di sisi gawang.

Porto akhirnya mendapat gol tandang mereka di menit ke-40 saat tembakan dari Hulk yang sebenarnya tidak kencang mengarah ke gawang. Tapi karena terbentur Musacchio, bola berbelok dan Lopez yang sudah mati langkah, tak mampu menepisnya.

Dua menit setelah restart Porto berbalik unggul lewat Falcao. Usaha Rolando dari sayap kanan mengirimkan umpan silang tak disia-siakan Falcao. Usai menerima bola di kotak penalti, tak terkawal striker Kolombia itu menceploskan bola ke jala Lopez.

Pada menit ke-56 tembakan keras Santi Cazorla dari jarak 25 yard masih bisa ditepis Helton.

Free kick Guarin di menit ke-64 dari jarak 40 yard masih menerpa mistar gawang Lopez.

Villarreal menyamakan kedudukan di menit ke-74 lewat tembakan kaki kiri Capdevilla dari jarak dekat, memaksimalkan umpan silang rekannya.

Enam menit setelanya tuan rumah mendapat hadiah penalti menyusul pelanggaran Nicolas Otamendi terhadap Ruben. Rossi dengan dingin sukses mengelabui Helton dan bikin timnya kini unggul 3-2.

Susunan pemain

Villarreal: Diego Lopez, Musacchio, Nilmar (Senna 66'), Santi Cazorla (Marchena 57'), Marco Ruben, Cani, Capdevilla, Matilla (Mubarak 57'), Bruno Soriano, Rossi, Mario Gaspar.

Porto: Helton, Alvaro Pereira, Guarin, Joao Moutinho (Souza 52'), Falcao, Cristian Rodriguez (J. Rodriguez 32'), Hulk, Rolando, Sapunaru, Fernando (Ruben Micael 61'), Otamendi.